ISLAM Dan DEMOKRASI

( Kerangka Berpikir Praksis )

Oleh

Achmad Rozani (Ucox)*

Nilai Demokrasi itu ada dalam Islam mengutip perkataan dari Amien Rais pada acara East-West Conection yang di adakan oleh Metro TV pada beberapa waktu yang lalu. Indonesia adalah sebuah negara yang di isi oleh masyarakat yang plural dan multikultural yang menghasilkan berbagai cara pandang dalam melihat pola sistem dan pembangunan ketatanegaraan yang semua tujuan itu tentunya menghendaki adanya kesejateraan umum dan keadilan sosial. Berbagai cara pandang itulah menyebabakan pertumbuhan nilai – nilai Demokrasi itu terjadi keterlambatan perkembangan menuju konsolidasi demokrasi. Menurut Elie Kedourie seorang ahli politik islam membuat generalisasi yang sederhana tentang keunikkan islam dalam hubungannnya dengan masyarakat dan politik. Ia berpendapat bahwa ajaran, norma, kecenderungan dan pengalaman keseharian orang islam telanjur membentuk pandangan politik kaum islam telah membentuk pandangan politik kaum muslim yang khas dan jauh dari modern. Menurutnya, peradaban islam bersifat unik, kaum muslim bangga akan warisan masa lalu mereka bersikap tertutup terhadap dunia luar. Peradaban seperti ini bagi Kedourie menghambat kaum muslim untuk mempelajari dan menghargai kemajuan politik dan sosial yang di capai oleh peradaban barat lain.

* * *

Sikap bahwa islam sebagai sistem yang sempurna dan ekslusif terletak dalam kenyataan bahwa agama islam sebagai mana dinyatakan Bernard Lewis, mengatur seluruh aspek kehidupan seorang muslim adalah seseuatu yang tak terbayangkan bila kaum muslim menjadi bagian dari suatu kelompok sosial, menikmati apa yang di dalamnya atau mengembangkan sebuah aspek kehidupan tanpa berlandaskan petunjuk atau tuntutan agama. Pada dasarnya, tidak ada perbedaan bagi masyarakat muslim antara hukum agama dan hukum negara yang merupakan hal yang mendasar dalam politik modern sebab seluruh aspek kehidupan seorang muslim termasuk politik di atur oleh hukum tuhan Karena itu sekularisme sebagai faktor penting dalam kehidupan sosial dan politik modern tidak bisa muncul dari masyarakat ini. Sekulerisme mungkin bisa di import dari barat namun hal ini akan mendapat tantangan kuat dari kaum muslim karena mereka yakin bahwa islam merupakan agama sempurna yang mengatur seluruh aspek kehidupan yang tidak membutuhkan sumbangan dari kemajuan peradaban lain.

Kaum muslim agaknya enggan belajar dari sistem politik lain melihat kelebihan dan kekurangan demokrasi. Menurut Huntington bila orang islam berusaha memeperkenalkan demokrasi kedalam masyarakat mereka usaha itu cenderung akan gagal karena islam yang sangat berpengaruh dalam kehidupan mereka tidak mendukung demokrasi. Huntington berpendapat bahwa kegagalan demokrasi di negara – negara muslim anata lain di sebabkan oleh watak budaya dan masyarakat islam yang tidak ramah terhadap konsep – konsep liberalisme barat.

Dari gambaran pendahuluan diatas boleh di katakan ketika saya pribadi akan melakukan penarikkan kesimpulan dalam wilayah pewacanaan akan sangat kurang layak tetapi sebuah islam dan demokrasi bagi saya pribadi dia adalah sebuah ruang yang satu jadi dia harus di bangun pada prosesi yang setara agar bisa objektif dalam melihatnya minimal ketika saya akan melakukan pilihan penguatan dominasi wacana atas 2 hal itu. Melihat dari itu ketika mewacanakan ulang Islam dan demokrasi dalam pribadi saya, maka saya akan lebih bisa mangatakan bahwa era demokrasi ini adalah sebuah era investasi Ideologi, dari Ideologi – Ideologi besar dunia yang mencoba mengembalikkan eksistensinya karena menurut saya setiap ideologi besar dunia hari ini memiliki kebanggan akan sejarahnya sendiri yang kembali harus dapat kita lihat sebagai hal yang setara jangan sampai kita menjadi orang yang tanpa sadar, kita sebagai orang yang fasis dalam melihat dua bentuk sketsa tersebut dalam ruang realitas Islam dan Demokrasi itu, karena menurut Dhakidae suatu Ideologi dianggap fasis jika ia menemui 10 persyaratan minimum yaitu :

  1. Fasicism Is Anti Liberal : Menolak liberalisme seperti otonomi dan kemerdekaan pribadi, pluralisme, dan toleransi.
  2. Fascism Is Anti Consevative : Sistem kekuasaan turun temurun, pemulihan keamanan dan ketertiban tanpa membangun identitas baru dalam orde baru.
  3. Fascism Tends To Operate As A Charismatic Form Of Politics : Tidak sendirinya Leader Cult karena ada juga fasisme yang memakai model teknokratik.
  4. Facism Is Anti Rational : Bukan akal, bukan humanisme, melainkan perilaku heroik yang menuntut pengorbanan.
  5. Fascist Socialism : Menganut sosialisme dalam pengertian ekonomi korporatis dalam perencanaan ekonomi.
  6. Fascism’s Link To Totalitarianism : Pengaturan total suatu masyarakat homogen yang di seragamkan agar bisa diatur.
  7. The Heterogenity Of Facism’s Sosial Support : Tidak ada dukungan eksklusif yang berasal dari suatu golongan/kelas tertentu, tetapi gabungan dari semua golongan kiri, tengah dan kanan (dalam kosakata politik indonesia : semua komponen bangsa).
  8. Fascism Rascism : Terikat kuat dengan rasisme, ultra nasionalisme, kemurnian bangsa yang di susun secara organik.
  9. Facism Internationalism : Membentuk semangat internasionalisme yang di pagari dengan suatu karakter khas dalam identitas seperti internasionalisme eropa menjadi nasionalisme eropa.
  10. Facism Eclecticism : Sifatnya sinkretik, gado – gado dari segala jenis ide dalam suatu kesatuan yang longgar tetapi dengan suatu ide jelas membangun suatu orde baru.

Jadi menghubungkan dengan judul diatas yang saya kemukakan memang wacana ini sangat klasik tetapi karena keklasikkannya itulah menjadi sesuatu yang menarik di karenakan berbagai alasan untuk di apresiasikan. Banyak para pakar tentang demokrasi memberikan pandangannya tentang hal ini. saya lebih konkrit mengemukakan pendapat dikarenakan saat ini Demokrasi hendak di jadikan sebagai aturan main bahkan saya merasa di akan menjadi ideologi dalam sistem bernegara kita maka saya lebih cenderung mempertanyakan di era ini tidak ada yang menjamin demokrasi akan dapat memberikan jalan menuju keadilan bagi rakyat sebagai konstituen jadi apa? ketika Demokrasi tidak bisa memberikan rasa keadilan maka Demokrasi bukanlah apa-apa…..

2 pemikiran pada “

  1. ketika demokrasi tidak bisa memberikan rasa keadilan maka demokrasi bukanlah apa-apa……
    gw sedikit setuju dengan maksud yang coba lo sampaikan lewat kalimat itu tapi tidak sepakat dengan redaksi kalimat diatas (dan beberapa kalimat sebelum2nya) .maksudnya gini, fakta menunjukkan bahwa demokrasi justru menjadi salah satu kontributor terbesar dalam perkembangan ‘segala zaman’ manusia. bukankah demokrasi tidak pernah mati sejak abad yunani -yang disebut-sebut sebagai awal kemunculannya- sampai sekarang. dalam perjalanannya demokrasi tetap menjadi pujaan yang selalu di puja2 oleh pemujanya. tapi kita semua tahu semua pujaan selain Tuhan adalah palsu. para pemuja selalu saja mangkir dari keserbakekurangan pujaannya terutama terhadap pujaan yang benar2 palsu dan pamuja mendapat keuntungan dari pemuja2 tolol yang mau melakukan apa saja untuk pujaan tersebut (bukan simbiosis mutuallisme-karena hanya terjadi pada tumbuhan dan sedikit “binatang”). jadi gw setuju klo dalam masa Ideologi Islam jaya demokrasi telah ada bahkan sebelumnya, bukankah orang yahudi pada zaman Musa bermusyawarah untuk membuat patung sapi emas untuk disembah dengan dipimpin oleh seorang ahli sihir yang bernama samiri. jadi gw terimalah demokrasi memang telah ada lama sebelum orang2 yunani mendefinisikannya dan men’tasmiyah’inya dengan nama DEMOKRASI. tapi apakah demokrasi merefleksikan kebenaran?memberikan rasa keadilan??atau demokrasi adalah salah satu tangan Syetan yang wujudnya nyata???
    yang gw tahu adil berarti dapat meletakkan sesuatu pada tempatnya,tepat waktunya,tepat pelakunya,dan tepat ganjarannya/imbalannya (klo ada yang yang lain lo tambahkan aja sendiri)
    lo sendiri pernah bilang “demokrasi lebih cenderung untuk mengakhiri musyawarah dengan voting”. well, banyak suara belum tentu benar. manusia bahkan tidak tahu mana yang benar mana yang salah sebelum wahyu Tuhan datang padanya, “apa yang kau anggap baik tapi ternyata buruk untukmu, apa yang kau anggap buruk ternyata kebaikan untukmu. baik buruk demokrasi tercipta bukan untuk memberikan kebenaran yang adil dan baik untuk umat manusia. permasalahan Islam dan demokrasi tentu telah ada sejak dulu dan tidak pernah akur, jadi bagaimana mungkin ingin disandingkan apalagi mengkalim demokrasi berasal dari Islam???sungguh suatu kebo-bOhOng dengan huruf O besar. dan….lagi pula manusia tidak perlu RASA keadilan tapi adil yang mencerahkan yang mendatangkan rahmat hingga sirna darinya rasa bersalah dari dalam hati dan jaminan akan kehidupan sebagai makhluk hingga layak disebut sebagai….MANUSIA.
    Manusia dalam zaman sekularisme dan kapitalisme tidak terlalu berharga hingga harus bangga mengakui diri sendiri sebagai makhluk paling sempurna, tapi berapa uang yang lo punya, berapa modal lo, dan mana perusahaan lo, berapa banyak lo punya budak??walaupun orang2 mengatakan zaman perbudakan terjadi ketika masa Islam, seharusnya orang2 itu kembali membaca buku2 sejarah mereka. bahwa zaman perbudakan terjadi sebelum kedatangan Islam dan masih berlangsung ketika orang kaffir juga memperlakukan pemeluk2 Islam awal lebih hina dari pada budak2 belian.dan perlakuan2 hina kepada para budak dan pemeluk Islam segera hilang ketika Islam menjadi Pemimpin pada awal Hijriah. tapi tentu saja pekerjaan membantu kerjaan rumah tangga orang lain tidak dapat dianggap hina apalagi dikatakan haram. jadi kenapa harus melarang orang lain yang ingin mencari rezeki dengan cara yang halal??
    jika kebanaran saja tidak dapat ditunjukkan oleh demokrasi, bagaimana bisa ingin memberikan keadilan selain hanya secuil rasa tak jelas??dan dapat diterima umat Islam yang tujuan hidupnya adalah untuk menggapai Ridho Allah SWT dan Syurganya

    -DEMOKRASI PASTI MATI-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s