The Opinion

 

PARTISIPASI DAN EFIKASI

POLITIK UMMAT MANUSIA

Oleh :

Achmad Rozani (Ucox) *

Tahun Baru masehi 2007 baru saja lewat dalam beberapa hari yang lalu. Di mana banyak refleksi filosofis yang coba kita timbang dan ukur dengan harapan ada sebuah pelajaran yang dapat kita ambil untuk tentunya kedepan jadi lebih baik dan lebih baik lagi dari masa ( Waktu ) sebelumnya.

Saya teringat kejadian di akhir Bulan desember tahun 2007 yang lalu dimana terjadi kerusuhan yang terjadi antar pendukung (Supporter) Kesebelasan tim sepakbola yaitu antara Persebaya Vs Arema Malang di stadio Tambak Sari Surabaya yang dimana di karenakan atas tidak puas nya pada proses Pertandingan tetapi skor akhirnya dari pertandingan itu 1 : 1, tetapi dalam tulisan ini bukan hal itu yang akan coba di wacanakan tetapi itu hanya merupakan 1 fragmen yang coba saya komparasikan ( Bandingkan ) dengan 1 Fragmen lagi yaitu dimana orang – orang melakukan aksi turun kejalan dimalam pergantian tahun untuk memenuhi jalan-jalan utama kota di mana di tinggal atau berdomisili, yang di mana aksi itu di tujukan untuk meluapkan kebahagian yang dimana selain di satu sisi ada kebahagian dan di sisi jiwa yang di isi oleh harapan dan kecemasan akan kehidupan pribadi dari pelaku aksi tentang tahun 2008.

Dari dua fragmen yang ada di atas hal itu tentu berbeda seacra situasi dan kondisi tetapi ia kan tetap sama karena secara subjek adalah manusia sebagai pelakunya. Lalu yang membuat saya berpikir atas 2 kejadian tersebut adalah manusia tersebut dapat bergerak,berserikat dan berlawan tanpa harus di bayar, dikomando dan atau di berikan tekanan (teror) untuk mereka melakukan hal itu, Mengutip Wilkonsin (Political Terorism,1970) menyebutkan ada 4 jenis terorisme : Kriminal, Psiskis, Perang Dan politik. Terorisme Kriminal di definisikan sebagai penggunaan teror secara sistematsi untuk mencapai tujuan materia. Terorisme Psikis mempunyai tujuan mistis, keagaaman atau magis. Terorisme Perang bertujuan menlumpuhkan lawan dan atau menghancurkan pertahanannya, sedangkan Terorisme Politik secara umum di definisikan sebagai penggunaan atau ancaman kekerasan untuk mencapai tujuan politik.

PARTISIPASI POLITIK

Dalam tulisan ini benang merah yang ingin saya angkat dari fragmen di atas adalah bahwa orang – orang yang menjadi pelaku aksi tersebut adalah mereka mempunyai kesadaran (Al-Wa’yu) dan partisipasi (Musyarakah) dalam aksi tesebut, lalu saya berpikir andaikan kondisi kesadaran dan partisipasi orang itu di arahkan kepada bidang politik dengan kesadaran dan partisipasi nya seperti itu maka saya sangat yakin kehidupan bernegara bangsa kita ini akan menjadi lebih cepat membaik dan stabil dikarenakan pada kejadian rusuh sepak bola pendukung telah melakukan efikasi politik. Mengutip Verba dan Nie (1972) mendefinisikan tentang partisipasi politik adalah sebagian kegiatan yang dilakukan anaggota masyarakat bisa secara sukarela untuk mempengaruhi keputusan pemerintah. Menurut Brady (1994) partisipasi politik mencakup 4 konsep dasar : Aktivitas atau Aksi, anggotanya masyarakat biasa, Sukarela dan bersifat politik yang dimana aktivitas atau aksi yang dimaksud tidak dilakukan oleh Elit atau pemerintah di karenakan di sudah bersifat politis. Selain itu juga partispasi itu bukan hanya pikiran, sikap atau kecenderungan tetapi di harus integral dalam menjabarkanya.

Partsipasi politik mencakup 4 hal : keikutsertaan dalam pemilu, kegiatan terkait dengan kampanye, kontak dengan pejabat publik dan kegiatan sosial kemasyakatan tetapi dapat di tambahkan lagi protes politik.

EFIKASI POLITIK

Menurut Reef Dan Knoke. 1999 Efikasi Politik dapat di definisknan Persaan seseorang mengenai kompetensi personalnya dalam mempengaruhi keputusan sistem politik. Berbicara tentang efikasi politik inilah masyarakat kita masih terlalu menganggap hal itu tidak mungkin dilakukan. Hal dikarenakan paradigma mereka yang belum terlalu mengerti tentang politik di karenakan di dalam diri mereka politik itu adalah sesuatu hal yang memuakkan kan dikarenakan mereka melihat pada hasil dari politik yang ada tidak ada yang dapat membuat mereka senang seperti senangnya hati mereka dalam menyambut perayaan malam tahun baru. Yang mennyebabkan ketika efikasi politik mereka melemah yang menyebabakan partisipasi politik mereka menjadi melemah yang menyebabkan pengawasan terhadap proses jalanya politik itu pun menjadi tidak begitu di laksanakan sehingga ini menyebabkan tidak sejahteranya dan berkeadilannya hidup masyarakat dikarenakan olah segelintir elit yang tidak kita kontrol dalam menyelenggarakan pemerintahan.

KESIMPULAN

Dalam kerusuhan pendukung bola sebenarnya mereka telah melaksanakan Efikasi Politik karena mereka coba mempengaruhi keputusan politik dari sang wasit di karenakan wasit itu adalah penguasa dan pengatur jalannya permainan dikarenakan kebijakan politik dari wasit tidak berkeadilan menyebbakan pendukung bereaksi. Jadi menurut saya dalam tulisan ini Sudah saatnya dengan kesadaran (Al-Wa’yu) dan partisipasi (Musyarakah) penuh seperti halnya kita melakukan efikasi politik Seperti pada pertandingan bola, kita mulai melakukan melek politik yang ideal itu seperti apa dengan cara terus melakukan pendidikan politik dengan sarana apapun sehingga proses kita bernegara bangsa menuju kesejateraan dan berkeadilan dapat segera terwujud dan wacana politik yang ada tidak hanya di kuasai oleh segelinitir orang saja bahakan yang paling buruk wacana politik hanya di kuasai oleh segelintir Elit penguasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s