GENEALOGI DAN AMBIVALENSI KEPEMIMPINAN UNLAM

Sejarah Univ.Lambung Mangkurat dalam membangun jalan menuju Lembaga Pendidikan unggul dan terkemuka di kalimantan selatan merupakan sebuah cita yang mutlak dalam ruang waktu Dulu, Kini, Dan Akan Datang (Retro,Temporer and Future). Jika kita bersepakat Asal mula univ. Lambung mangkurat ini telah ada dengan embrio awal berdasarkan pada Akte Notaris Nomor 24 yang bernama Yayasan Perniagaan Kalimantan tertanggal 21 September 1956. Berhitung sejak 1956 dalam konteks keindonesian maka Universitas lambung mangkurat ini telah melalui 3 fase pergolakkan jaman dalam konstelasi pergulatan intelektual Dan Perjuangan yakni Era Orde Lama 1945 – 1965, Orde Baru 1965 – 1998, Dan Orde Reformasi 1998 hingga Sekarang, Maka siapapun yang telah menjadi bagian dari Univ. Lambung Mangkurat ini adalah sebuah rasa kebanggan tersendiri dalam perspektif perjalanan sejarah nya itu.

Berbicara pada sejarah perjalanannya maka ada satu instrumen dari banyak instrumen yang menjaga Univ. Lambung Mangkurat dapat eksis hingga hari ini yakni instrument kepemimpinan di Univ.Lambung Mangkurat. Tanggal 1 November 1960 merupakan titik lanjut univ. Lambung mangkurat menjadi universitas negeri di kalimantan selatan dengan Presiden Pertamanya kala itu atau saat ini lebih familiar di sebut Rektor yaitu Bapak Brigjen H. Hasan Basri. kepemimpinan di Lembaga ini pun datang silih berganti hingga saat ini dan Univ. Lambung mangkurat tetap eksis di Kalimantan Selatan. Merelasikannya semangat sejarah Univ. Lambung Mangkurat dengan konteks kekinian ada hal yang menarik untuk menjadi renungan kritis kita bersama yakni Univ. Lambung Mangkurat das sein belum bisa menjadi raja di negeri nya sendiri dalam sektor Pendidikan untuk perguruaan tinggi di kalimantan selatan dengan fakta lapangan banyak anak – anak banua ini lebih mengutamakan memilih universitas di tanah jawa untuk melanjutkan studi pasca sekolah menengah dari pada univ. lambung mangkurat kita ini.

Sehingga tentunya ini adalah Sebuah pertanyaan Keprihatinan kita bersama adalah ada apa dengan Univ. Lambung Mangkurat ?

KEPEMIMPINAN UNLAM

Tahun 2009 ini merupakan kembalinya moment untuk Univ. Lambung Mangkurat pada regenerasi kepemimpinan kelembagaan yakni adanya Pemilihan rektor untuk periode 2009 – 2014 karena Prof. Ir. HM.Rasmadi, MS rektor periode 2005 – 2009 yang di lantik 26 Oktober 2005 akan segera berakhir. Ketika bicara kepemimpinan ada hal yang menarik untuk di angkat yaitu ada sebuah harapan dari civitas akademika (dosen, Mahasiswa dan karyawan) untuk pemimpin baru untuk memimpin univ.lambung mangkurat kearah yang lebih baik.

Visi Univ. Lambung Mangkurat “Menjadi salah satu universitas terkemuka di indonesia dalam melaksanakan Tri dharma perguran tinggi untuk menghasilkan sumber daya manusia dan iptek yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan pembangunan”.

Visi Univ. lambung Mangkurat itu sangat jelas dan mengadung nilai optimisme yang besar, sehingga ini adalah tantangan dan tuntutan besar yang mutlak di capai dan dalam mewujudkannya tentu peran pemimpinlah untuk mejaga aras Univ. Lambug Mangkurat menuju visi. Ini sebuah keniscayaan disadari atau tidak hari ini univ lambung mangkurat mengalami keterhambatan dalam peningkatan kuantitas dan kualitas mahasiswa untuk masuk dan berkembang di univ. lambung mangkurat sedang di posisi yang lain Program studi bahkan jurusan baru terus di buka. Hambatan yang lain seperti pengembangan infrstruktur, Suasana belajar, dll Hingga terkait Kualitas dan Kuantitas untuk objek dan tema di luar tema kemahasiswaan an sich pun ada.

Melihat Hal itu yang menjadi perhatian besar kita adalah vitalnya peran pemimpin tersebut sehingga dalam prosesi pergantian kepemimpinan univ. lambung Mangkurat 20009 kita menyebut istilah tetukar kucing dalam karung dikarenakan Cacatnya pemilihan yang dilakukan di sebabkan penuh dengan intriks ambisius pribadi sehingga apa yang substanstif yakni amanah kemimpinan itu terabaikan dan rektor yang memiliki Kompetensi, integritas dan Kosistensi tinggi terhadap pembangunan Univ. lambung mangkurat tidak di dapatkan.

SESUATU YANG AMBIVALENSI ITU ?

Ambivalensi yang saya maksud kan adalah melihat pada sisi Kepemimpinan Rektor yang juga menjadi ketua senat sehingga jabatan rektor menjadikan superfungsi dan superbody seperti yang termaktub dalam statuta Unlam 2003 paal 59 ayat bahwa Senat Unlam di ketuai oleh rektor, di dampingi oleh seorang sekretaris yang di pilih dari para anggota senat.

Montesquieu dalam the Spirit of Laws menggagas doktrin trias politika dimana memisahkan kekuasaan Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif, melihat dalam konteks univ. Lambung mangkurat maka Eksekutif di laksanakan Oleh Rektor, Legislatif dilaksanakan oleh Senat Dan Yudikatif di laksanakan pada sidang / rapat senat tetapi yang jadi kerancuan mekanisme teknis Legistatif dan eksekutif di pegang oleh rektor sebagai penanggung jawabnya sehingga dalam pikiran praksis saya ini adalah sebuah ambivalensi dikarenakan adanya sebuah wewenang tugas dan fungsi dalam konteks kebijakan yang di pegang oleh seorang rektor sehingga apa yang di katakan oleh Lord Acton bahwa Power tends to corrupt, absolute power corrupts absolutely, bisa saja terjadi dalam wilayah geopolitik Unlam.

3 pemikiran pada “GENEALOGI DAN AMBIVALENSI KEPEMIMPINAN UNLAM

  1. Sayang visi hanya ingin menjadi salah satu univ. terkemuka …. apakah tidak lebih baik benar-benar menjadi univ. … apakah nantinya menjadi salah satu yang terbaik atau yang terbaik dengan karakter sendiri tidak menjadi masalah.

  2. Ping balik: Pilrektor Unlam 2009 «

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s