PERTANIAN KALIMANTAN SELATAN UNTUK MDG’s ?

Para akademisi pertanian menggambar kedepan masalah yang akan di hadapi dunia adalah masalah pangan dan energi adalah hal yang akan menjadi rebutan umat manusia kedepan. Berbicara tentang pangan maka bukan sekedara hanya bicara beras tetapi lebih dari itu. Tahun 1984 ketika di ere soeharto indonesia pernah di katakan berswasembada pangan yang ini sebenarnya hal ini kuranglah tepat karena indonesia ketika itu hanya berswasembada beras.

Penerima nobel DR. Nourman E. Borlaugh tahun 1944 karena penemuaan dalam pengembangan gandum hibrida yang memiliki daya produksi tinggi serta keunggulan lainya sehingga dari penemuaan inilah di katakan sebagai era revolusi hijau dan dimulai lah era bisnis teknologi pertanian. indonesia di era soharto ikut melakukan proses revolusi hijau itu dengan hasil swasembada beras 1984 tersebut yang ternyata teknologi pertanian tersebut lebih di dominasi oleh negara maju dan mengakulturasikanya kepada petani indonesia. hal yang menarik unutk menjadi renungan di sini ternyata karena proses revolusi hijau itu dengan target peningkatan produksi beras melalui penggunaan benih unggul atau masyarakat banjar sebut dengan Beras Ganal dan paket teknologi lainnya menyebabkan banyaknya plasma nutfah untuk padi lokal musnah padahal ketika kita berorientasi ilmu pengetahuan terutama sektor pertanian maka plasma nutfah merupakan sebuah kekayaan genetik yang harus di jaga dan di lestarikan. Kalimantan selatan terkena degradasi plasma nutfah nutfah untuk padi lokal karena proses revolusi hijau yang cenderung di paksakan tersebut, padahal petani kalimantan selatan lebih senang menanam padi lokal di karenakan rasa nya yang lebih enak dan cocok untuk kondisi tanah di kalimantan selatan yang relatif miskin hara Dan dalam kultur sosial pertanian di kalsel masyarakat kalsel hanya mengenal 3 bentuk sebutan untuk beras yakni Unus, Siam Dan Ganal.

INDONESIA UNTUK MDG’s

Tiga hal kenapa pangan menjadi sangat penting karena penduduk indonesia masih memerlukan pangan, Ketahanan pangan merupakan ketahanan negara dan kekurangan pangan akan menyebabkan perlawanan sosial. ada dua aspek Masalah yang di hadapi pertanian yaitu Teknis dan non teknis. Pada Aspek Teknis seperti tingkat produktivitas pertanian mengalami leveling off, produktivitas kebanyakan tanaman rendah, Konversi lahan subur, peningkatan jumlah penduduk, dan kenaikan tingkat konsumsi Pangan terutama komoditi beras berdampak pada kerawanan ketahanan pangan, Konversi Bahan Pangan untuk energi dan aspek non teknis kebijakan politik dan Ekonomi yang masih belum pro terhadap pertanian yand dimana pertanian dan petani hanya di jadikan tema – tema jualan politik dengan janji – janji peningkatan kesejahteraan hidup.

Tahun 2000, 189 kepala negara mendeklarasikan MDG’s (Milenium Deveploment goal’s/ target pembangunan Milenium) dan indonesia salah satunya yang berisi 8 tujuan yaitu : 1. pengentasan kemiskinan ektrim dan kelaparan, 2. Pencapaian pendidikan dasar unutk semua 3. mendukung kesetaraan gender dan dan memberdayakan perempuan 4. mengurangi tingkat kematian anak 5. meningkatkan kesehatan ibu 6. memerangi HIV/AIDS dan Penyakit menular lainnya 7. memastikan kelestarian lingkungan dan 8. mengembangkan kemitraan unutk pembangunan. Korelasi petanian indonesia dalam MDG’s (Milenium Deveploment goal’s/ target pembangunan Milenium) adalah dalam tujuan pertama pengentasan kemiskinan ektrim dan kelaparan adalah Bagaimana dapat mengurangi kemiskinan ekstrim dan kelaparan. Hal ini tentu akan dibebankan kepada petani sebagai pelaksana pembangunan di bidang pertanian padahal setelah hampir 9 tahun hal ini di sepakati dan tahun 2003 mulai di jalankan oleh indonesia ternyata sektor pertanian yang di beri beban untuk pengentasan kemiskinan dan kelaparan fakta lapangan justru aktor nya sendiri yakni petani dalam kondisi miskin dan mungkin pula kelaparan.

KOMITMEN KALSEL UNTUK PERTANIAN

Tanggal 12–14 Maret 2009 Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Kalimantan selatan melaksanakan Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Pertanian 2010 (MUSRENBANGTAN 2010) yang di hadiri oleh stakeholder pertanian di kalimantan selatan. Dalam sambutannya Gubernur mengatakan masalah/tantangan yang harus di cermati dalam pelaksanaan kegiatan pertanian yang dapat mengancam peningkatan produksi sehingga melemahkan kesediaan pangan serta ketahanan pangan daerah yaitu dukungan iklim. Perubahan Iklim ini menyebabkan keterlambatan/pergeseran musim tanam karena keadaan air yang belum normal Dan Rusak Luasan Pertanaman sehingga menyebabkan penurunan kapasitas sumberdaya pertanian (alih fungsi lahan, kurang optimalnya lahan sarana dan prasarana, kerusakan karena bencana dan serangan organisme pengganggu tanaman , masih tingginya kehilangan hasil produksi, Fluktuasi harga,keterbatasan akses petani terhadap sumberdaya produktif (modal, pasar, teknologi,dan informasi), Rata-rata poduksi yang masih rendah secara nasional, penyuluhan yang belum optimal Semua yang di ungkapkan oleh pak gubernur saya melihatnya merupakan sebuah kendala teknis yang memerlukan kerja – kerja dan dana yang nyata dari pemerintah. Yang saya impikan bidang pertanian di kalimantan selatan terutama sektor pangan kedepan bisa dapat menjadi yang membanggakan bagi daerah kalimantan selatan dan komitmen daerah unutk MDG’s dapat berselaras dengan hal yang lain. Mimpi saya untuk kalimantan selatan yang sering masyarakat nya katakan provinsi yang kaya sumber daya alam ini dapat terkelola sebaik mungkin bahkan dapat menjadi contoh bagi daearah lain. Melihat sedikit contoh ke kota porto alegre brazil yang konon katanya kota yang kumuh dan miskin tetapi karena adanya komitmen bersama yakni Masyarakat, swasta dan pemerintah maka kota itu sekarang sering di kunjungi oleh negara lain untuk belajar dalam pembangunan kotanya di segala sektor.

3 pemikiran pada “PERTANIAN KALIMANTAN SELATAN UNTUK MDG’s ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s